
Kokusai Dori, Naha
Varsha VaswatiTerentang sepanjang 1.5 km, Kokusai Dori adalah jalan perbelanjaan terkenal di pusat kota Naha.
Kokusai-dori is Naha’s most famous street, stretching 1.6 kilometers through the city center and offering an around-the-clock experience of Okinawan culture. Once a quiet track before World War II, the street developed rapidly after the Ernie Pyle International Theater opened to serve U.S. servicemen. Today it is a bustling thoroughfare lined with shops, eateries, arcades, and entertainment venues.
The street balances international convenience with strong local character. Global brands and chain stores stand beside family-run shops, food stalls, and covered markets. Heiwa-dori Arcade, located midway along, features narrow lanes filled with pottery, seafood, textiles, and shisa statues. These lion-dog guardians, placed in pairs, are symbols of protection and good fortune throughout Okinawa. Nearby Ichiba-hondori leads to a farmers’ market showcasing fresh produce, while Mutsumi-dori provides another glimpse into the city’s traditional shopping culture.
Dining and nightlife are central to the Kokusai-dori experience. Visitors can sample Okinawan specialties at izakaya and restaurants, with awamori, a rice-based distilled spirit, frequently on the menu. Stronger varieties reach up to 60% alcohol content, while habushu—awamori infused with a preserved habu viper—offers a distinctive local specialty.
Evenings are the most vibrant time to visit. Street performers gather on Saturdays, providing traditional music, folk dance, and contemporary acts. On Sundays the street is closed to vehicles, transforming into a pedestrian-friendly space filled with activity. Shops typically remain open until 11 p.m., and the nightlife in surrounding bars and venues continues into the early morning hours.
Easily accessible from Naha Airport by monorail, Kokusai-dori serves as both a cultural introduction and a lively gathering place. With shopping, entertainment, and food available at nearly every hour, it remains the centerpiece of Naha’s urban life.
Kokusai-dori runs through central Naha, close to the Naha Bus Terminal and within easy reach of the Okinawa Monorail. From Naha Airport, ride the monorail to Kencho-mae Station to begin at one end of the street, or alight at Makishi Station to explore from the opposite side.
Terentang sepanjang 1.5 km, Kokusai Dori adalah jalan perbelanjaan terkenal di pusat kota Naha.
Ukishima Garden di pusat kota Naha menyajikan makanan vegetarian organik untuk makan siang dan makan malam.
Kombinasi alam yang kaya dan keberagaman pengaruh dari luar yang menciptakan kebiasaan makan dan gaya memasak unik yang sekarang dikenal sebagai "Kuliner Okinawa". Cara memasak dan makan orang Okinawa terbukti menjadi salah satu faktor utama dari umur panjang orang Okinawa.
Set makan siang yang direkomendasikan Goya Champaru di sini hanya 650 yen. Daging babinya memiliki rasa seperti daging asap karamel, sangat cocok dengan renyahnya tauge dan wortel tumis yang dimasak sebentar, sedangkan Goya parenya tidak terlalu pahit.
Naminoue Shrine is a Shinto shrine in Naha City, Okinawa Prefecture. It is located on a high cliff overlooking Naminoue Beach and the ocean. Any boat that enters and exits the trading base of Naha Port looks to the shrine on top of the high cliff and prays for a safe journey, the shrine has always been revered and people pray for a rich fish catch and a rich harvest as well. Each new year the king himself visited the shrine on behalf of his people to pray for the peace and prosperity of the nation. The Naminoue Shrine is admired as the "" main shrine of the kingdom "". It was classified as a Kanpei-shousha (Shrine of National Significance) and Okinawa Sochinju (Shrine that protects all of Okinawa) in the Meiji era, but it was destroyed during the war. After the war, the shrine office (Shamusho) and the main shrine (Honden) were rebuilt in 1953. The church (Haiden) followed a little later and was rebuilt in 1961. In 2006 the Naminoque Shrine was declared a Historic Heritage Site of the City of Naha.
Shuri Castle was built in the 14th century and was the palace of the Ryukyu Kingdom. It was neglected for almost 400 years and suffered great damage during the Battle of Okinawa in 1945. After the war, the castle was used as a university campus, but from 1992 it was rebuilt through extensive reconstructions based on historical records and photographs. The castle served as the administrative center for several centuries until Okinawa became a Japanese prefecture in 1879. The castle is listed as one of the Ryukyu Kingdom's castles declared a World Heritage Site by UNESCO.
Saat menyebut "Okinawa" yang pertama terlintas di kepala Anda mungkin adalah "pantai berpasir" dan "iklim tropis". Bagi sebagian besar orang, melihat bunga sakura, atau hanami, bukanlah sesuatu yang sering mereka kaitkan dengan prefektur paling selatan Jepang ini. Tapi di Okinawa, setiap musim semi menandai permulaan mekarnya bunga sakura di Jepang pada sekitar pertengahan Januari. Karena iklimnya yang hangat, bunga sakura di sini juga berbeda dengan bunga di pulau-pulau utama Jepang lainnya. Bunga sakura Okinawa - Kanhizakura - berwarna merah muda gelap dan kelopaknya menghadap ke bawah, sangat mirip dengan rumpun-rumpun lonceng. Kunjungilah Okinawa untuk melihat gelombang pertama mekarnya bunga sakura di Jepang. Taman Yogi [photo id='194575'] Nikmatilah akses yang mudah untuk keindahan bunga sakura di satu tempat, yaitu Taman Yogi. Terletak hanya 15 menit berjalan kaki dari Jalan Kokusai Kota Naha yang sibuk, Taman Yogi memiliki 400 pohon sakura yang mekar pada setiap musim semi, yang menyuguhkan pemandangan luar biasa pada para pengunjungnya. Taman ini juga memiliki taman bermain anak-anak dan pohon-pohon palem yang ditanam bersebelahan dengan pohon sakura. Festival: Festival Bunga Sakura Naha Kapan: Akhir Januari hingga Awal Februari Kastil Nakijin Apakah ada hanami di tengah reruntuhan kastil yang lebih memesona daripada di sini? Pohon sakura yang menghiasi reruntuhan Kastil Nakijin Situs Warisan Dunia UNESCO, membuat tempat ini ideal untuk berkencan. Ajaklah pasangan Anda ke "Festival Bunga Sakura Nakijin Gusuku" untuk sehari berlibur menikmati indahnya bunga sakura. Di festival ini ada banyak pedagang yang menjual makanan dan cenderamata di gerbang masuk utama festival. Saat senja tiba, kastel dan lentera yang berjejer di jalan setapak mulai menyala dan menghadirkan suasana romantis yang membuat pengunjung bisa menikmati indahnya bunga sakura saat berjalan-jalan di setapak batu kuno. Festival: Festival Bunga Sakura Nakijin Gusuku Kapan: Akhir Januari hingga Awal Februari Yaedake Sakura-no-Mori Bayangkan pemandangan pegunungan spektakuler yang diselimuti warna merah muda cerah dari pohon sakura. Berkunjunglah ke Gunung Yaedake dan pemandangan seperti itu bisa Anda nikmati di sana. Perpaduan yang luar biasa antara pemandangan pegunungan dengan sakura membuat Anda akan kesulitan untuk menemukan lokasi melihat bunga sakura yang lebih bagus dari ini. Saat mendaki Gunung Yaedake Anda akan disambut dengan indahnya deretan pohon sakura yang ada di kedua sisi jalan. Di gunung ini ada sebuah taman yang bisa Anda kunjungi untuk mencari makanan, melihat berbagai atraksi, dan permainan selama "Festival Bunga Sakura Motobu Yaedake" berlangsung. Festival: Festival Bunga Sakura Motobu Yaedake Kapan: Pertengahan Januari hingga Awal Februari Taman Utama Nago [photo id='194573'] Kunjungilah Festival Bunga Sakura Nago di Taman Utama Nago untuk bersenang-senang bersama keluarga dan teman-teman Anda. Setiap tahun, area sepanjang 2 km dengan deretan pohon sakura berubah menjadi pasar yang menawarkan berbagai makanan musiman, pernak-pernik, dan permainan. Suasana riang terasa di seluruh kota di musim semi ketika kemeriahan tarian Eisa dan pertunjukan drum taiko berlangsung. Area utama festival ini adalah Taman Pusat Nago, tapi ada juga berbagai aktivitas menarik lainnya di Taman Sakura, Pelabuhan Pemancingan Nago dan di Perempatan Utama Nago. Jika Anda melewatkan Festival Bunga Sakura Nago, tapi masih memiliki waktu untuk musim sakura, cukup pergilah ke Taman Utama Nago dan gelarlah tikar piknik Anda di bawah bunga merah muda ini untuk menikmati hanami dan anggur serta makan malam bersama orang yang Anda cintai. Taman ini juga memiliki taman bermain besar yang disukai anak-anak. Festival: Festival Bunga Sakura Nago Kapan: Pertengahan hingga Akhir Januari Taman Yaese [photo id='194574'] Taman Yaese, berada di dataran tinggi, memiliki 500 pohon sakura yang pemandangannya bisa Anda nikmati selama musim hanami. Taman ini memiliki dek observasi yang menawarkan pemandangan luas Kota Yaese yang menakjubkan dan juga ke tempat-tempat yang lebih jauh seperti Kepulauan Kerama di atas perairan biru Laut Cina Timur. Selama Festival Bunga Sakura Yaese, tangga di atas taman yang dihiasi dengan lentera menyala saat hari mulai gelap memberikan suasana yang lebih intim dan romantis di taman pada malam hari jika dibandingkan dengan di siang hari. Festival: Festival Bunga Sakura Yaese Kapan: Akhir Januari hingga Awal Februari